Kepala Kantor Bahasa
"Pembelajaran bahasa daerah Gorontalo menghadapi tantangan yang sangat berat karena keberadaan bahasa daerah Gorontalo masih dianggap tidak begitu penting oleh sebagian masyarakat. Bahasa Gorontalo sering diposisikan sebagai bahasa yang tidak memiliki urgensi untuk dipelajari. Selama ini, pembelajaran bahasa Gorontalo di sekolah-sekolah dilakukan dengan setengah hati; mulai dari pengajar, kurikulum, capaian pembelajaran, sampai sumber atau materi pembelajaran tidak tersedia secara memadai. Bahkan beberapa sekolah tidak menyediakan pembelajaran bahasa Gorontalo di sekolah. Hal ini semakin menambah marginalisasi terhadap bahasa Gorontalo.
Anggapan dan stigma remeh terhadap bahasa Gorontalo dapat dikikis dengan beberapa usaha yang konsisten, seperti pembuatan aturan yang mengikat untuk pemakaian bahasa daerah di kalangan pejabat dan tokoh masyarakat pada momen-momen penting daerah. Langkah kedua yang dapat dilakukan adalah dengan membangun sistem pembelajaran bahasa daerah yang profesional. Dengan menciptakan sistem pembelajaran bahasa daerah yang profesional, persepsi guru dan murid akan berubah terhadap bahasa daerah tersebut. Salah satu contoh penciptaan sistem pembelajaran bahasa daerah yang profesional adalah dengan penyusunan kurikulum Jago Berbahasa Daerah dan inovasi Mobaca (Momen Belajar dan Bercerita). Kurikulum Jago Berbahasa Daerah dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan berkomunikasi dan analisis fungsi kebahasaannya. Kurikulum telah dilengkapi dengan Alur Tujuan Pembelajaran, Capaian Pembelajaran, dan modul pembelajaran. Sementara itu, Mobaca adalah media pembelajaran digital berbasis laman yang terhubung dengan modul Jago Berbahasa Daerah, semacam supplement materials berupa gim, kuis, lagu, pantun, video, dll."
Salam Hormat,
Zamzam Hariro, S.Pd., M.Pd.
Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo